Sabtu, 11 Maret 2017

Ibu


Pagi ini aku berharap ada mentari yang indah menyapaku,
Aahhh tapi sepertinya musim hujan masih betah mengguyur awal Maret ini.
Dan yaa, seperti biasa aku selalu ingin melanjutkan mimpi-mimpi indah itu..

Tapi, mimpi ku semalam tidak seindah mimpi kita dulu Bu.
Yaa mimpi Ibu, mimpiku dan mimpi kita.
Kalau mimpi kita lebih indah kenapa aku harus tenggelam dalam mimpiku sendiri.

Kini bukan hanya mimpi kita yang akan ku perjuangkan untuk menjadi nyata.
Tapi, pertemuan kita kelak di surga-Nya adalah perjuangan yang wajib.

Aku bejalan terseok-seok sambil meratapi semua kenangan tentang kita.

Aku sering bertanya pada-Nya "adakah yang lebih pedih dari ini"

Lalu aku mencoba menjawab sendiri pertanyaan itu "mungkin yaa, jika aku terlalu memanjakan dukaku tapi mungkin juga tidak, jika aku berani untuk kuat"

Ahhhh betapa bodohnya aku, bagaimana mungkin aku bisa mewujudkan mimpi itu jika berjalan saja aku hampir tidak mampu.

Ibu akan memarahiku jika aku masih menjadi gadis yang lemah
Ibu akan memarahi ku jika aku masih jadi gadis yang cengeng.
Ibu tidak akan menyukai hal itu, karena ibu sudah tidak bisa menghapus air mataku. Ibu sudah tidak bisa menguatkanku
Aku harus menjadi seseorang yang mampu menopang pundakku sendiri !!
Aku harus mampu menjadi jelmaan nyata untuk setiap mimpi Ibu..
Kekuatan itu aku dapat dari -NYA melalui ridhomu Bu..

Walau sekarang tidak bisa lagi ku sentuh kakimu untuk menggali surgaku, tapi aku yakin, surga itu selalu kau buka untuk aku anakmu.

============

Baca kisah sedih cinta romantis cerpen curhat cerita selingkuh https://bisfren.com/curahan-hati-suamiku-selingkuh-diatas-ranjangku.html