Rabu, 30 November 2016

Jalan Kaki ke Jakarta, Massa GNPF Asal Ciamis Masuki Kabupaten Garut


Massa GNPF MUI dari Ciamis, tiba di Kabupaten Garut, Jawa Barat.  Mereka berjalan kaki menuju Jakarta untuk mengikuti aksi damai 2 Desember di Monas. Setelah menempuh jarak jauh hingga puluhan kilometer mereka pun tiba di Garut.  Kedatangan mereka disambut warga setempat. Bahkan tak sedikit warga menyuguhkan makanan dan minuman bagi para peserta aksi jalan kaki ini. Diketahui, massa berasal dari beberapa pesantren di Kabupaten Ciamis, Tasikmalaya dan Garut.

Diiringi hujan lebat, mereka tiba di Kecamatan Mekarmukti, Kabupaten Garut, Rabu sekitar pukul 00.30 WIB. Sepanjang perjalanan mereka tak henti-henti meneriakkan shalawat dan takbir. Salah seorang peserta aksi jalan kaki, Ali Ridwan, mengatakan dirinya tidak lelah meskipun sudah berjalan hampir 70 km. Ia merasa pembelaan atas agamanya harus terus ditegakkan.

"Ini suatu kebanggaan untuk saya, agama Islam adalah agama kami semua, kami merasa sakit hati karena keadilan belum ditunjukkan oleh pemimpin kita semua," ucapnya. Saat berita dimuat, peserta tampak telah memasuki kawasan Nagreg yang merupakan perbatasan Kabupaten Garut dan Kabupaten Bandung.

Salah satu warga Kecamatan Limbangan, Tedi Sutandi, yang memberikan sumbangan bekal mengatakan "Kami tidak bisa ikut ke Jakarta, jadi kami coba sedikit membantu dengan semua yang kami bisa, ya salah satunya menyediakan sedikit makanan dan minuman untuk para mujahid,". Rencananya rombongan akan terus melanjutkan perjalanan mereka menuju Kabupaten Bandung dan beristirahat di sana.


Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo


Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo mengatakan banyak kecebong yang bertebaran di dunia maya dan berpotensi melakukan provokasi. Majelis Ulama Indonesia (MUI) menyebut sifat provokasi merekalah penyebab munculnya reaksi dari kalangan ulama.

Menurutnya, masyarakat harus berhati-hati dalam menyerap setiap informasi yang disebarkan melalui media sosial karena banyak pemerintah di seluruh sekarang ini berkuasa dengan cara cara pencitraan dan provokasi di media sosial, termasuk di Indonesia belakangan ini (baca cerita pendek).

Polda Jabar Mengawal Massa Aksi 2 Desember Sampai ke Jakarta


Polda Jawa Barat mendata massa dari wilayah Jawa Barat yang akan mengikuti aksi damai di Monas, Jakarta, 2 Desember 2016 mendatang. Polda akan mengawal massa sampai ke Jakarta. Yusri mengatakan, berdasarkan hasil kesepakatan antara GNPF-MUI dan kepolisian, disepakati aksi pada 2 Desember berbentuk doa bersama dan bukan aksi demonstrasi.

"Hari ini masih kita data dari tiap kabupaten. Kalau ada yang berangkat maka kita kawal hingga ke Jakarta," ujar Yusri saat berbincang. Namun, pihak kepolisian menyarakan agar masyarakat tidak berangkat ke Jakarta dan cukup melaksanakan salat Jumat dan doa bersama di daerah-masih-masing.

Yusri memperkirakan massa yang berangkat dari wilayah Jawa Barat menuju Jakarta tidak sebanyak massa aksi pada 4 November lalu. "Sebaiknya tetap berada di kabupaten masing-masing dan menjalankan ibadah di sana," ucapnya. Mantan KSAD ini juga mengatakan banyak provokator berpotensi memancing reaksi masyarakat. Gatot mengatakan, saat ini ponsel pintar dan gadget telah menjadi teman curhat kalangan anak muda. Menurut Gatot, saat ini, masyarakat tidak kurang dari 18 jam bergantung pada gadget.

Rabu, 23 November 2016

Cerpen Sup Daging


Paman suka sekali makan daging, tapi sayangnya, kami tidak sekaya itu untuk selalu menyediakan daging yang melimpah. Kami—aku, Martha, dan Ibu—adalah keluarga kecil yang hanya mengandalkan aneka pakaian rajutan yang dijual di pasar pagi sebagai penyokong hidup. Paman adalah adik Ibu yang belum menikah sampai sekarang, dan karena beberapa alasan yang tidak kuketahui, Paman tinggal bersama kami.



Awalnya aku tidak keberatan dengan kehadiran Paman, tapi semenjak ia tahu bahwa makan daging adalah suatu hal yang hanya bisa didambakan setiap malam di tempat tidur, Paman jadi mudah uring-uringan. Paman suka membentak Ibu, mengatakan bahwa ia tidak becus dalam memanfaatkan mendiang suaminya—ayahku.

Seperti hari ini, suatu pagi mendung yang sangat dingin di penghujung November, ketika Ibu mengumumkan bahwa ia ingin Paman ikut membantu berdagang di kota lain. Paman, yang sedang mengunyah serealnya dengan wajah cemberut, terlihat makin muram. Martha yang duduk di samping Paman menyadari hal itu dan ia perlahan menyusup ke sampingku yang duduk di seberangnya.

“Kau suruh aku membantumu sementara kau sendiri tidak pernah membuatku nyaman di sini?”
Aku tahu Ibu tersinggung mendengar cerita Paman, tapi beliau sudah terbiasa. Ibu hanya menarik napas dalam-dalam untuk menenangkan diri dan Paman tiba-tiba berseru lagi, dengan suara yang lebih keras. “Sudah kubilang berapa kali ? Kau sebenarnya bisa dapatkan kembali peternakan dombamu itu. Peternakan!”

“Kalau begitu kenapa kau tidak mengusahakannya?” Ibu membalas. “Aku sudah tidak punya tenaga lagi untuk menjalankan peternakan seorang diri sementara kedua anakku masih kecil. Kalau kau memang menginginkannya, temui abang!”

“Kenapa aku yang harus mengusahakannya?” Paman mencemooh. “Jangan konyol, Elena! Aku hanya sekedar menumpang di sini. Aku tidak punya hak, apalagi kewajiban, untuk mengubah kondisi rumahmu. Aku di sini hanya untuk memberikan solusi, kau yang melakukannya!”

Seandainya aku beberapa tahun lebih tua, lebih tinggi, lebih berotot, dan punya jenggot, aku pasti sudah menerjang Paman dengan ribuan hantaman tanpa ampun. Bahkan sekarang pun kedua tanganku sudah terkepal dengan erat hingga buku-buku jariku memutih. Mataku melotot, memancarkan amarah yang mampu menarik perhatian Ibu.

Tapi wanita yang kusayangi itu hanya menghela napas dan setengah melempar serbet yang ia bawa.

“Aku mengerti,” Ibu berkata, membuatku syok dengan responnya. Tanpa mengurangi sejentik pun kadar amarah di ubun-ubunku, kutatap Ibu penuh dengan tanya. Namun tidak ada kata kata bijak keluar dari mulutnya.

Tapi beliau mengacuhkanku dan masih menatap Paman. Aku tahu beliau berusaha menenangkan diri karena dadanya naik turun dengan kentara sekali.

“Bagus kalau kau mengerti!” Paman bangkit dari kursinya dengan decitan nyaring. Ia tahu Ibu dan aku sama-sama menatapnya penuh kebencian, dan mata bijinya menyipit dengan kesal. Ia menodongkan telunjuk ke mata kami berdua. “Dan jangan sekali-sekali kalian menatap sinis seperti itu. Aku sudah memberikan solusi kepada kalian. Pun aku pula yang selalu menjaga rumah ini dari para rentenir, kalian mengerti ?”

Aku nyaris meludah di telunjuknya, teringat bahwa yang ia lakukan hanyalah berkelahi dengan para rentenir dan menambah masalah, kalau saja Ibu tidak menghampiri Paman duluan dan merangkul bahunya untuk menjauh dariku.

“Ya, aku tahu, aku tahu. Terima kasih banyak,” Ibu berkata dengan cepat, “bagaimana kalau sekarang kudengar solusimu lebih jauh sambil bersantai?”

Beliau sempat melirikku diantara kalimat dan aku tahu tak ada perkelahian antar keluarga yang boleh terjadi di sini, jadi aku hanya menghempaskan punggungku pada kursi dengan sangat kesal. Kutatap punggung Paman dan Ibu menjauh dari meja makan menuju ruang diseberang, dan aku nyaris tersedak ketika Paman tiba-tiba mengangkat genggaman tangannya di udara.

Ia mengacungkan jari tengah. Kepadaku.

“Abang, kita harus bagaimana?”

Martha berguling ke sisi lain tempat tidur untuk berada lebih dekat denganku. Aku, yang baru saja membalik halaman selanjutnya pada buku dongeng pengantar tidur, refleks berhenti membaca dan menatapnya bingung.

“Apanya yang bagaimana?”

“Daging,” Martha berkata lugas, tapi itu cukup untuk menghantam kesabaran yang sudah kubangun selama beberapa jam terakhir. “Paman akan marah-marah terus kalau kita tidak punya daging… dan aku benci Paman marah-marah.”

Keinginan untuk membaca buku dongeng di tanganku perlahan menguap dan kuhela napasku berat-berat. “Kau tidak perlu khawatir, Martha,” ucapku. “Akulah yang akan mengurusnya dengan Ibu. Aku yakin, pasti ada jalan keluar.”

“Tapi untuk beli sepatu baru buatku saja Ibu kewalahan,” ujar Martha polos. “Bagaimana bisa?”

Aku termenung sementara otakku mulai kelayapan kemana-mana. Martha menatapku dengan penuh penasaran, dan setelah beberapa menit tanpa jawaban, ia mencolek lututku. Lamunanku buyar dan kutatap kembali sosok gadis kecil yang baru saja menginjak umur sembilan tahun ini.
Aku menyunggingkan senyum kecil. “Selalu ada cara untuk mendapatkannya, Martha, aku yakin itu.”

Martha menarik selimutnya lebih tinggi sembari mengangguk. “Kalau aku bisa membantu, aku akan membantumu, Eddie.”

“Yang perlu kaulakukan hanyalah terus belajar, Martha-ku yang manis,” jawabku. “Dengan menjadi pintar, kau akan tahu bagaimana caranya berdagang dan menemukan hal baru untuk memperbaiki keadaan keluarga kita.”

Martha mengangguk sekali lagi. “Aku akan belajar lebih giat, Eddie!”

Kali ini senyum yang tersungging di bibirku benar-benar tulus. Kubungkukkan badan untuk mengecup dahi Martha dan mengelus rambut coklatnya yang lembut. “Kalau begitu, tidurlah. Selamat malam, Martha.”

“Selamat malam, Eddie.”

Aku segera bangkit dari kursi dan menaruh buku dongeng pengantar tidurnya di meja. Alih-alih menghampiri kasurku yang terletak di atasnya, aku melangkah keluar. Martha sempat menanyakan kemana aku pergi, dan kujawab seadanya bahwa aku ingin berbicara sebentar dengan Ibu.
Setelah menutup pintu kamar, aku bergegas menuruni tangga. Aku tahu Ibu dan Paman sedang berbincang-bincang di luar, untuk menghindari suasana yang makin kacau jika ada Martha dan aku di sana. Jadi aku mengendap-endap ke dapur untuk memastikan bahwa Ibu dan Paman sedang duduk-duduk di pekarangan belakang dapur, ketika aku mendengar suara Ibu menjerit, kemudia disusul suara debuman yang keras.

Darahku berdesir dan jantungku langsung berdetak cepat. Kenapa Ibu menjerit? Apa yang dilakukan bajingan itu? Aku cepat-cepat meraih pisau dapur dan menjeblak pintu terbuka. Ibu berlari ke arahku. Wajahnya merah padam dan berantakan. Air mata telah membanjiri pipinya dan ia sedang memegang tangan kanannya yang mengucurkan darah.

Aku terpaku saat menyadari Paman terjerembab di rumput. Wajahnya mencium tanah dengan sangat manis dan aku nyaris saja mencemoohnya, kalau saja ia tidak segera bangkit dan menerjang kami dengan lolongan menyakitkan.

Mulutnya penuh darah, sebuah jari mencuat diantara giginya yang kemerahan.

+ + +

Seminggu berlalu.

Aku sedang memanjakan diriku di depan perapian yang mengobarkan api dengan indahnya sambil berguling di atas karpet lusuh kesayangan mendiang Ayah. Martha duduk di sampingku, membaca buku yang ia pinjam dari perpustakaan desa beberapa saat lalu. Bau lezat merebak sempurna di ruangan, sewaktu kudengar Ibu meletakkan mangkuk dan piring di atas meja makan.

“Edwin, Martha, waktunya makan malam!”

“Makan malam, Eddie!” Martha dengan gembira menarik tanganku yang entah kenapa lebih suka bermalas-malasan di depan perapian. Tapi melihat Martha yang semangat seperti itu, aku tidak punya alasan untuk menolaknya. Aku cepat-cepat bangkit dan kami berlomba-lomba untuk mendapatkan piring pertama di meja makan.

Ibu tersenyum melihat tingkah kami. “Jangan berlarian di dalam rumah, sayang. Harus berapa kali kukatakan?”

“Aku tidak mau kehabisan daging gara-gara abang lagi!” Martha nyaris memekik saat aku berhasil mencapai kursi duluan.

Aku terkekeh geli dan Ibu menatapku dengan menggeleng. “Jangan lakukan itu, Edwin,” beliau mengingatkan seraya menuangkan sup daging ke mangkuk. “Kau sudah besar.”

“Aku tahu, aku tahu,” ujarku, tapi tetap saja tak bisa menahan senyum melihat Martha yang memberenggut di seberang. Tapi kerutan di wajahnya tak bertahan lama ketika Ibu menyodorkan mangkuk sup itu kepadanya terlebih dahulu. Aku menyeringai melihat Martha yang bersorak gembira.

“Daging lagi!” serunya. “Aku senang kita makan daging terus.”

Aku dan Ibu saling tatap, kemudian kami tersenyum.

“Semua ini berkat Paman,” kataku sambil mendengus. “Kalau ia tidak berubah pikiran… kita pasti tidak akan makan daging.”

“Edwin,” Ibu tiba-tiba berkata.

“Tidak masalah, Bu,” kataku riang seraya meraih mangkuk milikku dan mengisinya dengan potongan-potongan daging menggiurkan di sup buatan Ibu yang lezat. “Martha harus tahu bahwa Paman telah berubah.”

“Aku tahu Paman pasti akan menurut kepada Ibu! Paman, ‘kan, adik Ibu.”
Ibu tersenyum kepada gadis kecil berambut pendek itu. “Ya, sayang.”

“Tapi Paman lama sekali perginya, kapan ia akan pulang? Ia pasti akan senang dengan daging sebanyak ini.”

Kali ini Martha ganti menatapku, yang segera kubalas tatapan itu dengan lembut.

“Paman tidak akan pulang, sayang,” kataku. “Setelah memberikan daging sebanyak ini, Paman sepertinya tidak ingin merepotkan kita semua.”

“Apa? Lalu kemana Paman akan pergi?” Martha tersentak.

“Ke tempat yang jauh,” Ibu menjawab, dan aku tahu suaranya bergetar. Ia pasti sama bahagianya denganku, dengan Martha, dengan kami semua.

“Paman akan pergi ke tempat yang ada hanya untuknya, yang pantas untuknya, dimana ia tak perlu khawatir lagi soal makanan.”

“Wah, Paman pasti senang!”

Senin, 21 November 2016

Kisah Masa Kecil

Dingin diluar sana, tapi di kamar kost ini entah mengapa suhunya selalu ideal. Itulah kenapa produktifitas berkurang saat berada di sini. Pengennya tidur atau ngemil sambil nge game hahaha. Oke, kali ini gua bakal mengisi kegabutan gua dengan menulis sebuah tulisan yang selalu dijadikan tugas sekolah. Cerita kisah semasa kecil, hahaha.



Cerita sewaktu kecil gua sebenernya ga ada special-special, lebih cenderung kebiasa aja. Tapi, masa kecil ya pasti beda-beda untuk setiap orang. Namun menurut gua pribadi, kebiasaan atau perilaku saat kecil pengaruhnya juga besar di masa sekarang.

Waktu gue kecil bentuk badan gua ga kayak sekarang, dulu gua anak yang gemuk, kulit lumyan gelap (lebih gelap dari pada sekarang), dan rambut keriting. Dan berubah drastis, sekarang badan gua kurus, relatif tinggi dan agak tamfan hehe. Rambut gua menjadi lurus ketika dulu umur 5 tahun gua cukur botak haha.

Sampai sekarang gua pun bingung kok bisa keriting jadi lurus yah. Dan perubahan ini permanen. Sekarang kuliah rambut gondrong pun tetep lurus.

Gua ga pernah paham dengan cerita perubahan fisik dalam diri gua. Selain rambut, badan gua yang tadinya gemuk bgt sekarang jadi kurus kayak cangcimen sejak SMP. Kalo ini sih mungkin Puber yah. Tapi umur gua ini udah mau mateng masa sih ga gemuk lagi? Haha. Tapi serius, gua ga pernah pengen atau ngebet supaya gendut atau kurus. Cukup syukuri dan yang penting pola makan sehat aja gitu yah haha.

Sekarang perubahan disegi sifat memang ga drastis sih. Dulu gua itu orang yang pendiam saat kecil, sampai SMP. Itu pun karena lingkungan dan puber yang membantu gua menjadi lebih berjiwa sosial. Alhamdullilah sekarang pun gua ga terlalu tertutup dan bergaul. Dan yang terpenting gua sekarang bisa maintain hubungan pertemanan yang dimana banyak orang lain ga bisa.

Bisa bersosial bukan berarti gua bisa sepenuhnya terbuka. Mungkin kebiasaan dari kecil, dimana gua punya sedikit teman main dan malah suka main dengan mainan sendiri membuat gua suka menyendiri.

Menyendiri  bukan karena situasional, tapi gua anggap itu sebagai kebutuhan. Dimana gua harus memikirkan beberapa hal, mengurung emosi, atau sekedar berimajinasi. Kadang ditemani lagu atau sekedar tiduran sambil bengong. Mungkin aneh atau mungkin juga banyak yang melakukan hal ini. Bagi gua ini adalah impact terbesar karena gua hampir menghabiskan masa kecil main sendiri.

Ada pun perubahan yang menurut gua hilang atau terpendam. Yaitu emosi dan mental. Dulu waktu kecil gua adalah anak yang cengeng dan suka marah dengan hal-hal aneh. Hahaha.. Mungkin karena gua anak terakhir alias bontot. Tapi bersyukur sifat itu ga kebawa-bawa terus. Masalahnya orang yang dari kecil suka marah dan nangis biasanya orang ini mental dan emosinya ga terlalu kuat. Sedangkan sifat emosian gua saat kecil sekarang berubah.

Berubah bukan berarti hilang, entahlah.. waktu seakan mengubur sifat itu. Gua menjadi orang yang lebih tenang dibanding rata-rata orang. Tapi ini bahaya juga, karena ketika gua punya masalah dan gangguan pikiran gua ga bisa nyalurin emosi itu. Impactnya mungkin kesadaran gua nantinya, alhamdulillah sih. Sampe sekarang normal. Semoga emosi gua keluar ketika waktunya benar. Hahaha.

Yaps, masa kecil gua bisa dibilang mentalnya ga begitu kuat. Karena gua suka digangguin kakak-kakak gua yang dulunya rese, karena gua anak bontot biasalah di jailin. Tapi sekarang mental gua lumayan kuat, terbukti dengan cobaan-cobaan hidup yang gua rasakan.

Kalo baca dari awal, “Katanya ini cerita masa kecil kok ga ada ceritanya? Malah perbandingan sifat?” Hahaha ini baru awal dan maafkan gua yang asal ketik, ini semua berasal dari pikiran gua yang terus mengalir dari saraf sensorik ke saraf motorik tangan haha.

Oke gua punya cerita yang memorable menurut gua.

Kala itu gua masih umur sekian bulan, gua ga inget karena kejadian ini diceritain sama ibu gua tentunya hehe. Pengen nanya ibu tapi kan gua ngerantau ahaha. Oke lanjut.

Waktu itu kelakuan gua aneh, dimana gua nangis kenceng-kenceng dan terbilang ga normal. Biasanya kan bayi nangis kalo moodnya ga penuh, tapi ini kondisinya udah mandi, eek, makan, dsb. Dan itu berhari-hari dan bermalam-malam. Tentunya orang tua gua kuwatir banget dengan keadaan gua saat itu.

Singkat cerita, ada yang kasih saran ke ortu gua untuk bawa gua ke dukun kayak di cerita misteri. Akhirnya gua dibawa ke daerah deket rumah gua namanya kampung asem. Disana ada nenek-nenek kalo ga salah, lupa sumpah namanya juga diceritain. Abis itu setelah ‘diterawang’ akhirnya dia bilang “ooh ada yang mau ngopi” dan gua dikasih kopi. Eh gatau pokoknya guanya di kasih kopi atau dikasih sajen kopi. (Masa iya bayi di kasih kopi?).

Dan you know what? Gua pun bisa dikatakan sembuh kala itu. Dan entah mengapa gua dari bayi sampe sekarang demen yang namanya kopi hehe itu normal kali yah. Tapi yah, gua umur 4 tahunan udah suka ngopi joinan sama pakde gua dulu hehe. Dan yaa.. cerita tadi bukan satu-satunya pengalaman ghoib gua, mungkin itu pembuka hal-hal ghoib dari hidup gua kali ya haha.

Duh panjang juga gua nulis, udah kayaknya segini dulu nanti gua bakal cerita part 2 masa kecil gua. Tenang kok ga ghoib-ghoib isinya haha.. see ya.

Senin, 14 November 2016

Tentang Cerita Hidayah


“Siapa yang paling lo yakin di bagian ini?”

“Lo.” Jawab sahabatku dgn rokok yang kandas di penghujung bibirnya.

“Kenapa lo yakin gue?”

“Karena lo gak pernah bohongin ambo

Jawabannya membuatku tersenyum, lalu tertawa geli. telah sehebat itu keyakinannya bahwa saya tidak sempat membohonginya.

“Tahu darimana gue gak pernah bohongin lo?”

“Just believe. Faith.”

“Kamu yakin Tuhan itu ada?”

Dia berdiam diri kali ini. laki laki setinggi 187 centi meter bersama tidak sedikit tattoo menyudahi tubuhnya dan beberapa tindikan di wajahnya, kata - kata diam seketika saat ku tanya keyakinannya hal Tuhan. dirinya membawa rokok yg terbengkalai di cerita penutup bibirnya, menjempitnya di sela jari-jari lalu menghembuskan sisa asap rokok ke udara.

Dia tersenyum mungil menatapku dgn perhatian “ayolah”. mata kecoklatan itu kelihatan lowong tidak ada ampas kelebihan kehidupan disana.

“Sepertinya sudah berapa kali ane ngasih tahu lo aspek ini.” menurutnya bersama senyum yg memilukan.

“Mungkin setelah menahun lo mampu yakin pun Ayo ikut, gue ingin tunjukin benda ke lo.”

Kami berjalan menapak jejak sekian banyak hunian penduduk dia kembali menyertakan langkahku, sekian banyak pasang salah lihat yg membaca contoh cerita pendek lumayan empot-empotan kiranya lantaran penampilannya yg nampak amat serupa dgn preman.

“Kita mau kemana?”

“Ke lokasi di mana lo mampu yakin Tuhan itu senantiasa ada.”

Dia terbahak geli mendengar ucapanku. Langkahnya mundur dengan malas saya dulu berhenti disebuah hunian kecil ku minta ia membekukan rokoknya. Di depan hunian itu bersila satu orang gadis kecil dgn lihat kosong.

“Ngapain kesini?”

“Ngobrol.”

“Assalamu’alaykum.” Ucapku menyapa perawan kecil termasuk yg lagi menikmati hawa sore.

“Wa’alaykum salam kak Yayat. menyusup kak.” Kata tersenyum senang.

Sahabatku sekian banyak kali menyenggol lenganku berikan tanda bahwa ia tidak mau menyamar aku mulai bertanya ini itu buat perawan mungil itu, sahabatku cuma melihat tak mempedulikan abdi lihat matanya baru fokus bagi saya kala perawan itu sejak mulai membeberkan wahid jam lebih aku mengakhiri ketika cuma pada ngobrol.

“Jadi masih yakin Tuhan itu gak saksama Tanyaku buat sahabatku.

“Well okay, saya ikut ke pesantren lo.” jelasnya kemudian.

Aku tersenyum sukacita gadis kecil itu sampai menggoda hatinya. diterima membuatnya perlahan yakin bahwa Tuhan senantiasa ada, senantiasa memperhatikannya. Empat th lebih ku habiskan waktuku terhadap membujuknya dan wahid jam dia mendengarkan kisah anak kecil buta termuat lantas ingin mencoba untuk tengah di pesantren.

“Lo tahu gak petunjuk Tuhan simpati persis lo?” Tanyaku pada perjalanan menuju pesantren.

“Apa?”

“DIA tampilkan proses pada membuatmu jadi lebih baik

Kamis, 10 November 2016

Ketua DPR RI Fahri Hamzah Dilaporkan Ke Polisi

Seri Relawan muslihat perselisihan (BaraJP) mengadukan wali Ketua DPR RI Fahri Hamzah ke Bareskrim Polri. beliau dilaporkan atas estimasi aksi penghasutan dan makar bagi pemerintah. faktor BaraJP, Birgaldo Sinaga, mengemukakan, ketika memperturutkan tindakan 4 November dulu, Fahri menyatakan ada dua trick kepada meluncurkan presiden. teristimewa, melalui wakil rakyat anggota dewan ruang; ke-2, melalui legislator jalanan.



Birgaldo Sinaga mempertimbangkan, opini termuat berbahaya untuk pemerintahan. opini Fahri dianggapnya menyelinap dekat tipe usaha pengetesan penggulingan pemerintahan yg pasti. hasilnya tidak sedikit teriakan di sana, yg diwaktu mendengarkan orasi, bagi menyerukan turunkan Presiden Jokowi. alhasil, massa yg seharusnya berakhir gaplok 18.00 WIB tepat UU bahkan( konsisten bersi teguh sampai hingga dini hri, apalagi menimbang-nimbang menduduki penginapan DPR," tutur Brlgaldo, di Bareskrim Mabes Polri, Jakarta.

Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah mencela problem penggulingan pemerintahan. beliau menyebut, ada dua rumus yg dapat dilakukan terhadap mendaratkan Presiden. perihal itu di sampaikan Fahri kala berorasi pada tindakan Bela Islam" di depan Istana negeri, Jakarta, Jumat (4/11/2016). Fahri berorasi di depan massa yg mengikat jalan peraturan guna Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok tersangkut anggaran penistaan keyakinan. "Jatuhkan presiden itu ada dua trik, teristimewa melalui legislator ruang dan ke-2 melalui legislator jalanan," kata Fahri.


Karena itu, Fahri mengimbau supaya Presiden Joko Widodo berhati-hati pada menanggapi alat undang-undang pada Ahok yg sekarang tambah berjalan. dikarenakan, kata Fahri, dekat menanggapi muslihat undang-undang buat Ahok, Presiden dirasa mengintervensi. menjadi peraturan mesti ditegakkan seadilnya tidak dengan intervensi. jika tak, legislator area mampu beraksi terhadap menggalang mosi tak yakin atau legislator jalanan yg beraksi memestikan Presiden bersisurut, lanjut Fahri.

Saat pertemuan pers di Kompleks legislator Senayan, Fahri mengaku ikut berunjuk rasa buat menuntaskan panggilan. lantaran aku diundang. pekerjaan anasir Dewan dengan cara internasional yakni menguncup panggilan penduduk. pasti kedatangan abdi ditunggu penduduk, apik undang-undang serta-merta ataupun tak segera, kata Fahri.

Fahri hadir dengan duta Ketua DPR lain, Fadli Zon, dan sekian banyak zarah Dewan. Sementara itu, sirah Polri Jenderal Pol Tito Karnavian mengikat dapat serta-merta mengemasi pengurusan hal Ahok. mair itu diungkapkan deputi Presiden Jusuf Kalla pas berjumpa dgn duta pengunjuk rasa di biro Wapres, Jakarta, Jumat petang. "Kesimpulannya merupakan dekat elemen permasalahan( Saudara Ahok, kita dapat tegakkan, melakukan dgn peraturan yg tegas dan segera. Oleh Kapolri, dijanjikan tuntas pada dua pekan pengerjaan yg langsung itu," kata JK.

"Sehingga, seluruh berlangsung cocok adat, tapi bersama tegas. Itu aja," serta JK. menjumpai Birgaldo, yang merupakan unsur DPR, Fahri selayaknya beri tahu keputusan yg alim arif, mengayomi koherensi warga negara, dan memelihara nilai-nilai kebinekaan. sangat disayangkan ia abai memutarbalikkan kebenaran bersama bahasa yg teramat provokatif dgn menuduh Presiden Jokowi lakukan hina bagi ustad, lakukan tuduhan Presiden Jokowi sudah melengah-lengahkan penista anutan, mengayomi penista aqidah, dan masih sudah menuduh Presiden Jokowi seakan-akan Jokowi mesti dilengserkan," kata dia.

Selain itu, Fahri semula coba berikan ikhtiar guna pengunjuk rasa terhadap mencampuri pejabat DPR. "BaraJP menampak ini berbahaya sekali," kata ia. Birgaldo mengemukakan, pihaknya telah mengambil print out informasi bersumber dua alat, yaitu tuntunan dan CNN juga sebagai benda kebenaran. terkecuali itu, pihaknya serta mengambil rekaman opini yg diungkapkan Fahri waktu itu. tersangkut opini tercatat, Birgaldo mengemukakan, Fahri dianggap membentur masalah 160 KUHP mengenai Penghasutan dan ihwal 110 KUHP berkenaan Pemufakatan buat Makar.

Rabu, 09 November 2016

Warga Indonesia Pendukung Donald Trump

Selagi Amerika Serikat pula aktif menghadapi perhelatan demokrasi dengan Pilpres 8 November ini, tidak sedikit di jarak masyarakat Indonesia yang telah menjadi warga negara AS dapat ikut meneruskan suara mereka.



Bahkan salah seorang di antaranya, Alexander Manik, jadi vitalitas tulus menunjang di dinding Donald Trump, calon presiden alamat pagar Partai Republik.

Apa yang mendatangkan beliau ikut jadi energi ikhlas di sekat Trump? laki-laki yg sudah sejak thn 1975 lagi di Amerika ini memaparkan guna Voice of America.

“Selama hidup di Amerika, aku belum pernah menyertakan serta-merta dan kebetulan di sini selagi primary pengangkatan pendahuluan) ada yg namanya kaukus. Nah, saya telah baca, meskipun aku mau menyaksikan solo katanya.

“Pertama kali kaukus di Iowa saya ke sana, menggantikan Donald Trump sbg pengamat. Itu luar alami sekali, hingga yg mengakibatkan kewalahan lantaran peminatnya membeludak.”

Alexander Manik berulang ditanya urusan acara imigrasi Trump yg kontroversial itu.

Pria yang mengaku telah mengenal Trump semasa peserta itu belum menikah mengatakan dia dapat beri dukungan calon asal Partai Republik itu.

Menurut dia setiap negara miliki perbatasan. tatkala ini perbatasan Amerika di sektor selatan yang berbatasan dengan Meksiko abnormal diperhatikan.

“Setiap insan mampu menyelinap dgn mudah Itu aku dukung sebab tak ada tunggal serta bakal yg jago senggol kasus itu, cuma Trump,” katanya.

"Efeknya memang Trump bisa dicap sebagai anti-imigran, lagi pula itu tidak sahih papar Alexander Manik.

“Kedua, sedang urusan imigran, dia memang formula bicaranya miring kena di pembawaan jalma bahwa dia akan membendung imigrasi atau melarang imigrasi semenjak Timur pula Tapi jika di lihat Presiden Jimmy menyewa mencegah Islam Iran menyusup AS, tapi tak sempat dibesar-besarkan.”

Pelemahan Rupiah Akibat Pilpres AS Hanyalah Sementara

Pengangkatan presiden AS mengatur pelemahan sila pindai rupiah sejalan bersama ciptaan penilaian serentak yang memperlihatkan bakal presiden semenjak Partai Republik Donald Trump mengalahkan rivalnya, calon presiden alamat Partai Demokrat Hillary Clinton.

Nilai edit Rupiah pula sempat datang sampai ke kedudukan rp 13.200. Bank Indonesia (BI) menyaksikan volatilitas sila ubah Rupiah yang berlangsung untuk kala pilpres AS ini bersuasana periode pendek.

Hal mirip berjalan lagi ketika kompartemen Investigasi Federal (FBI) mengutuskan kasus e-mail yg menyangkut-nyangkutkan Clinton dan rp langsung merendah dulu tambah menguat sesudah FBI menyebutkan e-mail terkandung tidak menimbulkan masalah.

“Ini dinamika yang saya saksikan natural nilai ubah dalam kurun sesaat itu senantiasa merespon buat antrean info itu alami mengendarai turun,” kata suruhan Gubernur BI Perry Warjiyo di Jakarta, Rabu (9/11/2016).

Meskipun menyabet pergerakan yang cukup berarti, Perry punya anggapan pergerakan rupiah hri ini pula cocok dengan mendasar yang dipatok bank sentral. dirinya meletakkan secara total nilai uang Rupiah akan bertenggang pas bersama fundamentalnya.

“Fundamental kita kan membaik, inflasi membaik, defisit transaksi berlangsung lebih apik Itu dapat mengambil moral edit ke fundamentalnya,” jelas Perry.

Bank sentral, imbuh Perry, akan mengawasi runtunan di pasar. pun seandainya berlangsung volatilitas atau fluktuasi yg berlebihan, maka bank sentral tidak segan-segan pada jalankan kestabilan moral tukar.

“Kebijakan nilai pindai kita selalu stabilkan valuta cocok bersama hakiki Pasar itu telah sanggup membarengkan kesamarataan beta lihat dgn fluktuasi yg aku kira ini tenggat sececah ujar Perry.

Saya Akan Jadi Presiden untuk Seluruh Rakyat AS

Presiden terpilih AS, Donald Trump, Rabu (9/11/2016), berjanji akan mengobati luka Amerika dan akan menjadi presiden untuk seluruh rakyat negeri itu. Dalam pidato kemenangannya, Trump juga tak lupa memuji rivalnya Hillary Clinton yang terkait pelayanannya untuk rakyat Amerika Serikat.



"Bagi mereka yang memilih untuk tidak mendukung saya di masa lalu, yang jumlahnya hanya sedikit, saya akan mennjadi pembimbing dan penolong kalian agar kita bisa bekerja bersama dan bersatu untuk negara besar ini," ujar Trump. "Saya bersumpah kepada semua warga negara ini bahwa saya akan menjadi presiden untuk seluruh rakyat Amerika,"

Dalam pidato itu, Trump juga memuji rivanya, Hillary Clinton, yang disebutnya selama beberapa bulan terakhir menjadi kandidat favorit para politisi Washington.

"Hillary sudah bekerja sangat lama dan keras. Kita tentu saja berutang rasa terima kasih yang besar untuk pengabdiannya terhadap negara ini," ujar Trump. "Saya mengucapkan semua ini dengan setulus hati," Trump menegaskan.

Trump melanjutkan, Hillary sudah meneleponnya dan memberikan selamat setelah kalah di negara bagian Pennsylvania. Padahal sejak 1992, negara bagian ini selalu memberikan suara kepada kandidat Partai Demokrat.

"Dia (Hillary) mengucapkan selamat dan saya juga mengucapkan selamat untuk dia dan keluarganya yang sudah bekerja keras selama masa kampanye," tambah dia. Lebih jauh, taipan real estat itu berjanji akan bersikap adil kepada semua orang termasuk terhadap semua negara di dunia.

"Kita bisa bekerja sama dengan negara-negara yang mau bekerja sama dengan kita. Kita akan memiliki sebuah hubungan yang luar biasa," dia menegaskan. "Saat kampanye berakhir, pekerjaan kita sebenarnya baru saja dimulai," kata Trump menegaskan gerakan anti-kemapanan dan anti-Washington yang memunculkan hasil bersejarah ini.

"Kita akan segera bekerja untuk rakyat Amerika, dan kami akan bekerja yang kami harap akan membanggakan kalian," Trump menegaskan.

Senin, 07 November 2016

Masinis KAI Ditangkap Edarkan Narkoba

Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi mengatakan, rasa prihatinnya atas tertangkapnya salah seorang masinis PT Kereta Api Indonesia yang terlibat kasus narkoba. Sementara itu, PT KAI Commuter Jabodetabek (KCJ) membenarkan masinis yang ditangkap oleh Satres Narkoba Polres Depok merupakan karyawannya. Pihak PT KCJ menyerahkan seluruh proses hukum masinis yang bernama Gatot Kurniadi (GK) itu kepada aparat kepolisian.



Sebelumnya, tersangka Gatot ditangkap Satres Narkoba Polres Depok di rumahnya Jl Citanduy, Kelurahan Baktijaya, Kecamatan Sukmajaya, Kota Depok. Tidak hanya menggunakan narkoba jenis sabu tersangka juga diduga sebagai pengedar.

"Saya prihatin bisa terjadi seperti itu, kok sempet-sempetnya jadi bandar narkoba seperti itu, kita akan tindak tegas, tentunya peraturan berlaku untuk dirinya, yang namanya narkoba ya selesai, kita akan membuat satu tes urine kepada karyawan-karyawan kereta api," ujar Menhub disela-sela tinjauan di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara, Minggu (6/11/2016).
"Sehubungan dengan pemberitaan yang berkembang hari ini bahwa salah seorang Masinis KRL Jabodetabek, GK, telah ditangkap jajaran Polres Depok karena diduga menggunakan narkoba, kami sampaikan bahwa kami telah mendapatkan konfirmasi," kata Vice President Komunikasi Eva Chairunnisa.
Selain proses hukum, tersangka Gatot juga akan diberi sanksi internal berupa pemecatan. 
"PT KAI Commuter Jabodetabek mempercayakan sepenuhnya proses hukum yang bersangkutan kepada pihak kepolisian, GK juga akan mendapat sanksi sesuai mekanisme internal di perusahaan dengan sanksi terberat adalah Pemutusan Hubungan Kerja (PHK)," pungkasnya.

Mungkin Ada Aktor Politik Ambil Kesempatan, Tapi Gerakan Sudah Membumi

Presiden Republik Indonesia (RI) Joko Widodo menduga ada aktor politik yang menunggangi kericuhan yang terjadi seusai aksi damai pada Jumat (4/11/2016) lalu. Terkait masalah ini, calon gubernur dan wakil gubernur DKI Jakarta sepakat agar kepolisian mengusut aktor tersebut.



Calon gubernur nomor satu, Agus Harimurti Yudhoyono, meminta agar publik tak mengaitkan demo 4 November dengan kontestasi Pilkada DKI Jakarta 2017. Adapun demo 4 November digelar sejumlah organisasi masyarakat untuk menyikapi pernyataan calon gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama yang mengutip ayat suci.

Demonstrasi yang dipusatkan di depan Istana Merdeka itu awalnya berjalan damai. Namun, setelah melewati batas waktu diperbolehkannya berdemo, yakni pukul 18.00, aksi mulai ricuh. Ketika itu, massa pendemo mulai dibubarkan karena sudah melewati batas waktu yang ditentukan.

Sementara itu, calon gubernur nomor dua, Basuki atau Ahok, sepakat dengan pernyataan Jokowi yang menyebut ada aktor politik yang menunggani demonstrasi ini. Sebab, menurut dia, aksi itu berakhir ricuh meskipun tokoh ulama sudah menjaga untuk tetap kondusif. Meski demikian, Ahok tidak tahu siapa aktor politik di balik aksi itu. Dia mengaku tidak tahu apakah aktor politik itu bermaksud menyingkirkannya dari arena pertarungan Pilkada DKI 2017 atau tidak.

Ahok juga enggan menduga apakah aktor politik itu berniat menghalangi langkah Jokowi terkait kepentingan Pemilihan Presiden 2019 nanti atau tidak.

"Yang jelas bagi saya ini enggak sesuai," kata Ahok.

Pasangan Ahok, Djarot Saiful Hidayat, menyayangkan pecahnya kericuhan pada aksi damai 4 November kemarin. Secara blak-blakan, Djarot menyebut aktor politik di balik kericuhan demo tersebut ingin menjegal pencalonannya bersama Ahok.

"Ini arahnya bukan hanya menuju kepada Pak Ahok, arahnya ingin menjatuhkan pemerintahan yang sedang memimpin," kata Djarot di Jelambar, Jakarta Barat, Sabtu (5/11/2016) lalu.

Djarot mengimbau kepada pihak-pihak yang berkepentingan agar tidak mengejar ambisi politik jangka pendek dengan mengorbankan masyarakat. Ia mengimbau untuk saling adu gagasan.

Djarot menyayangkan apabila kericuhan ini terjadi hanya karena pencalonan Ahok sebagai gubernur. Ia menyebut hal yang demikian merupakan demokrasi yang tidak sehat.

"Demo bukan hanya kasusnya Ahok, tetapi ada upaya menjegal Ahok, dan kalau perlu masuk penjara sehingga tidak bisa maju," kata Djarot.

(Baca juga: Soal Aktor Politik di Demo 4 November, Setnov Dukung Jokowi )

Calon gubernur nomor tiga, Anies Baswedan, berharap pemerintah dapat menuntaskan dugaan adanya aktor politik di balik aksi itu.

Dengan demikian, kericuhan tidak kembali terulang. "Sehingga, kita bisa berkegiatan normal dan baik," kata mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan itu.

Sementara itu, Sandiaga Uno, pasangan Anies, merasa tak berwenang menanggapi pernyataan Jokowi tersebut.

Ia yakin bahwa kepolisian sudah mengusut hal tersebut. Menurut dia, ada hal yang lebih penting bagi warga Jakarta, yakni menciptakan stabilitas harga bahan pokok di pasaran.

"Warga sangat mengharapkan ada penurunan harga bahan baku yang semakin hari semakin mencekik, yang kadang kita lupa. Itu isu utama dari pada warga," ujar Sandiaga.