Senin, 12 Desember 2016

Hati Hati Dengan MNC Play Media, Pertimbangkan Kembali Sebelum Berlangganan MNCPlay

Kami adalah pelanggan MNC Play Media. Pada tanggal 7/12/2016 sekitar pukul 7 malam tiba-tiba terjadi signal lost, lampu signal merah berkedip-kedip, yang mengakibatkan layanan terputus baik internet maupun TV. Karena biasanya hal tersebut terjadi hanya beberapa jam, dan tidak ada kebutuhan mendesak untuk menggunakan internet maupun TV, maka kami biarkan saja tidak melaporkannya.

hati hati berlangganan mnc play media


Keesokan paginya, sekitar jam 5, karena signal masih belum kembali normal, kami melaporkan  melalui telepon yang diterima oleh operator. Dijanjikan perbaikan paling lambat tanggal 12 Desember 2016. Kami sempat kaget, kenapa lama sekali ? Operator tersebut mengatakan, itu adalah waktu paling lama. Mereka akan berusaha memperbaikinya dari server.

Keesokan harinya, tanggal 9/12/2016 karena tetap tidak ada teknisi yang datang melakukan pengecekan dan sinyal tetap tidak didapat, kami menelpon kembali ke CS. Diterima oleh orang yang berbeda dan mengatakan "DIJADWAL TANGGAL 12". Jadi sebenarnya BUKAN PALING LAMBAT tetapi memang dijadwalkan tanggal 12. Mendengar hal tersebut, kami menanyakan berapa lama standar layanan perbaikan / kunjungan di MNC Play jika terjadi masalah pada pelanggan ? si operator mengatakan "TIDAK BISA MENJELASKAN". Ketika kami desak bahwa sebagai pelanggan kami memiliki hak untuk mengetahui standar waktu layanan karena seharusnya ada di SOP perusahaan, dia tetap mengatakan "TIDAK BISA MENJELASKAN".

Saat itu kami juga menanyakan apa kompensasi bagi kerugian pelanggan akibat layanan terhenti ?  Karena apabila pelanggan terlambat membayar 1 hari mendapat sangsi langsung diputus. Operator yang bersangkutan juga "TIDAK BERSEDIA MENJELASKAN".

Hari ini tanggal 12 Desember 2016, pukul 4.30 sore. Teknisi yang dijanjikan belum juga datang. Kami menelpon kembali ke Customer Service. Dia mengatakan ditunggu saja pak, mungkin sedang dalam perjalanan atau mengalami kendala di pelanggan lain. Kami menanyakan bagaimana kalau teknisi datang terlalu malam atau problem tidak bisa selesai hari ini ? Dia tidak mau mengatakan apa-apa. Sekali lagi kami tanyakan masalah kompensasi, jawabannya sama "Tidak bisa menjelaskan". Kami tanya masalah standar waktu respon terhadap keluhan pelanggan juga "Tidak bisa menjelaskan".

Terus terang, menghadapi MNC Play, sebagai pelanggan kami benar-benar dibuat HARUS PASRAH dan PATUH pada apapun keputusan MNC. Tidak ada tawar-menawar, tidak ada negosiasi. Kami merasa ini sudah benar-benar sebuah pelecehan atas hak-hak pelanggan. Seharusnya pegawai maupun manajemen MNC Play bisa merasakan bagaimana kalau mereka berada di pihak pelanggan saat berhadapan dengan perusahaan lain kemudian diperlakukan demikian.

Entah MNC Play yang beroperasi tanpa standar operating procedure atau masalah lain kami tidak tahu. Terus terang kami menggunakan MNC Play karena terpaksa akibat hanya MNC pada saat itu yang melayani jaringan di rumah kami yang baru. Sebelumnya di kediaman lama kami menggunakan Firstmedia dengan respon kurang dari 24 jam apabila terjadi kendala. 

Kami yakinkan untuk mengakhiri berlangganan sampai bulan ini saja karena masih banyak penyedia layanan sejenis seperti Indihome yang jelas memiliki standar waktu perbaikan maksimal 1 x 24 jam. Jika anda ingin menggunakan MNC Play, pertimbangkanlah kembali. Hanya orang super pasrah, tidak punya pilihan lain, yang cocok berlangganan MNC Play.

Terima kasih Admin telah memuat keluh kesah kami.


Dari ID Pelanggan MNC 1000044834

Kamis, 01 Desember 2016

Cerita : Hanya Diam

Siang itu di sebuah halaman rumah yang cukup luas dan aman terlihat dua bocah laki-laki sedang berlari dan bermain bersama. Lima atau enam tahun usia mereka sepertinya. Menikmati masa anak-anak yang penuh canda tawa. Tidak ada raut sedih yang nampak di wajah mereka. Hanya ada senyum dan tawa menggantung di bibir kedua bocah itu.



Dilihatnya sebuah puntung rokok tergeletak di tanah dari seorang serdadu yang baru saja membuangnya. Sebatang rokok yang sebelumnya menemani sang serdadu duduk menunggu seorang penjahit menyelesaikan pesanannya.

Sebuah bangunan dari kayu dan bambu yang cukup tua itu  menjadi ladang untuk mencari rejeki bagi penjahit yang sudah tak muda lagi. Ditemani kursi panjang dari kayu untuk duduk pelanggan, si penjahit sudah bisa membuka lapaknya di kesehariannya.

Bangunan tua si pejahit dan rumah yang memiliki halaman cukup luas untuk bermain dua bocah tadi terletak bersisian (baca blog direktori).

“Eh, rokok-rokok!” dengan penuh kegirangan salah satu bocah itu berkata kepada bocah lainnya. Rasa penasaran pun muncul dalam benak mereka berdua. Diambilnya putung rokok itu dan perlahan-lahan mendekat ke bibir yang masih perjaka.

“Manis! Enak-enak!” teriak salah satu bocah.

“Sini-sini, aku juga pengen coba.”

“Nih!” bocah itu memberikan rokok yg dianggap sudah menjadi miliknya ke bocah satunya. Sebatang rokok itu kini dinikmati kedua mulut bocah itu. Bergilir dari satu mulut ke mulut lainnya (baca cerpen).

Sang serdadu tertawa melihat pemandangan yang sedang dilihatnya. Dengan lucunya dia memamerkan kepada si penjahit. Si penjahit tersenyum sekedar membalas pernyataan dari sang serdadu. Tapi tetap diam menghiraukan. Kedua bocah itu menghiraukan mereka para orang tua yang sedang tertawa, sang serdadu dan si penjahit. Walaupun masih nampak rasa malu-malu dalam raut wajah kedua bocah itu.
Sementara aku, hanya bisa diam menangkap warna sosial dihadapanku.